Posted by Diaspora Magazine 5 COMMENTS

Ditulis oleh Ririn Oscarin

Media online di dunia sudah menjadi tuntutan untuk mengimbangi gaya hidup masyarakat di era globalisasi yang serba cepat dan instan. Sumber-sumber berita seperti media cetak dan media digital juga dituntut untuk menyajikan informasi yang aktual, padat, dan akurat. Media-media ini pun dilengkapi dengan teknologi-teknologi canggih untuk bertukar informasi, memungkinkan masyarakat untuk menerima berita dari belahan dunia

@budionodarsono. Image courtesy of Suara Pembaruan.

manapun dengan sesegera mungkin. Ini terkadang tidak bisa dipenuhi oleh surat kabar yang tertulis, meskipun sudah naik cetak setiap hari. Ditambah dengan fasilitas internet yang dapat diakses secara luas dan mudah, dan juga dengan maraknya smartphone seperti BlackBerry dan iPhone, masyarakat lebih memilih untuk mengakses informasi secara online karena dinilai lebih cepat, dan praktis.

Tidak hanya media online; jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, e-mail, forum, dan beberapa website menjadi alternatif untuk bertukar informasi. Jejaring sosial tersebut juga memungkinkan adanya interaksi di antara sang penyedia berita dan penikmat berita. Maraknya portal berita di dunia maya membuka peluang bagi para jurnalis, terutama jurnalis-jurnalis muda yang hidup di era digital, untuk menyalurkan ide maupun informasi di forum terbuka dan kontribusinya pun dapat dinikmati dan diapresiasi oleh khalayak luas.

Antusiasme para jurnalis muda dalam menuangkan pikiran dan ide-ide sangat besar, terlihat dari maraknya situs blog yang diakses dan kesuksesan para blogger yang bertransisi menjadi penulis di kemudian hari. Namun, tidak banyak kalangan muda yang mengerti bagaimana menjadi jurnalis online yang baik dan dapat menuangkan buah pikirannya secara benar ke ruang publik agar dapat dinikmati, seperti contohnya etika menulis berita dan cara menulis berita yang baik dan menarik. Untuk itu Oom Budiono Darsono, pendiri dan pemimpin redaksi Detik.com, portal berita online terbesar di Indonesia, mengadakan event #JurnalistikOnline untuk jurnalis-jurnalis muda Indonesia yang tertarik dan mempunyai minat untuk tahu lebih jauh soal hal tersebut.

Kita semua pelajar-pelajar Indonesia di Singapura juga mendapat kesempatan untuk mengikuti event yang sangat menarik dan berguna ini karena pada tanggal 25 September 2010 mendatang pada jam 11.00 – 13.00 waktu Singapura, event #JurnalistikOnline akan diadakan di Singapura (Ruangan Ripta Loka, Gedung KBRI Singapura). Di acara ini, beliau akan membagikan tips-tips bagaimana menjadi jurnalis yang baik dan sukses di dunia maya, sekaligus menambah wawasan dan inspirasi berdasarkan pengalaman beliau yang sudah memakan asam garam di dunia jurnalisme, terutama jurnalisme online. Menjadi sukses di dunia maya bukanlah hal yang sulit di era globalisasi karena di era keterbukaan seperti sekarang semua orang bisa berkontribusi langsung, untuk melihat dan dilihat.

Jadi, bagi buat semua pelajar Indonesia di Singapura yang beraspirasi untuk menjadi jurnalis digital, atau hanya sekedar ingin tahu lebih soal jurnalisme online sekaligus mendengar pengalaman dari narasumber yang sukses, tidak ada salahnya untuk bergabung dan saling bertukar informasi bersama Oom Budiono Darsono tanggal 25 September 2010 nanti ya!

Teman-teman bisa langsung mendaftarkan diri untuk event ini melalui  http://tinyurl.com/formulirJOPPIS. Informasi-informasi terbaru soal event ini, bisa dilihat di twitter @PPISingapura  (www.twitter.com/ppisingapura). Sampai ketemu disana ya!

categories: Radar





About Us

Hey Diaspora! This is the place for misplaced and displaced young Indonesians who are living on a tiny island-nation in Singapore. Diaspora is a bilingual magazine updated virtually everyday, filled with our lives, our hopes, our opinions and our thoughts.