Written and photographed by Irena Anindita

Bagi para penikmat musik punk rock, malam itu 14 Januari, tepat satu jam setelah Green Day berhasil membuat suara para penggemarnya habis di Singapore Indoor Stadium, Superman is Dead juga tak kalah membuat Yello Jello Bar di Clarke Quay bergetar. Para Outsiders dan Lady Rose (nama groupiesnya SID) yang mungkin sebelumnya berdansa dengan Green Day, langsung meluncur untuk menyaksikan band yang sangat idealis, tampan dan berasal dari pulau dewata itu. Ini pertama kalinya Superman is Dead, yang telah menghasilkan tiga album indie dan empat major album tersebut, manggung di Singapura.

Dimulai jam dua belas malam, Jerinx, drummer dari SID, berteriak dilanjutkan dengan Bobby Kool, sang gitaris, yang mempersiapkan para Outsiders dan Lady Rose untuk bernyanyi bersama dan juga, tak ketinggalan, disambut dengan senyuman hangat dari sang bassist Eka Rock. Penampilan malam itu dibuka dengan lagu “Year of the Danger” yang diambil dari album major ketiga mereka “Black Market Love”. Penampilam in diiringi ratusan penonton dari Indonesia, Singapura, dan Malaysia yang memadati bar malam membentuk barisan paduan suara bernyanyi bersama SID.

Superman is Dead membawakan lagu-lagu dari album major pertama hingga album terbaru mereka “Angels and the Outsiders”. Tak ketinggalan mereka juga membawakan lagu-lagu dari album indie, seperti “Bali Holiday” yang bercerita tentang sex scheme dan liburan di Bali sehingga Bobby mengajak penonton untuk ikut bernyanyi. Karena lagu ini sangat catchy, terjadilah paduan suara di Yello Jello bar. Lalu, ketika lagu “Lady Rose” dikumandangkan, Jerinx yang bertukar posisi menjadi gitaris dan vokal, membius para Lady rose dengan suara serak-serak basahnya dan Bobby pun berhasil membuat para Lady Rose jatuh cinta padanya ketika sedang bertukar posisi sebagai drummer. Canda tawa menghiasi show mereka, sehingga terlihat sikap low profile dan sense of humour mereka yang tinggi.

Sang penulis, Irena Anindita, dengan Jerinx

Setelah kurang lebih satu jam dan lima belas lagu, konser malam itu ditutup dengan lagu “Kuta Rock City” dan para penonton pun melakukan moshing, jejingkrakan dan berdansa seperti tiada hari esok. Selesai sudah One Night Only Performance dari SID, yang merupakan free show. Tapi malam tidak berakhir begitu saja, para fans mendapatkan kesempatan mingle, foto bareng bahkan mabok bareng..hehe. Ketiga personil SID sangatlah ramah dan hangat menyapa para penggemarnya, tidak ketinggalan Jerinx sang drummer berjualan merchandise berupa t-shirt dan juga cd.

Ditulis oleh Irena Anindita

[cincopa 10546039]

More on Uncategorized

Exclusive Interview with d'Masiv
Hautu: Survive With a Roommate
Sedapnya Makanan Thai Pesan Antar