Posted by vania ADD COMMENTS

Ditulis oleh Ferdinand Hadi
Fotografi oleh Mohammad Akbar Pahlevi

Siap gerak, tegap gerak, hadap kanan gerak, dan gerak-gerak lainnya yang banyak banget itu mungkin sudah jarang banget di lakukan teman-teman sekalian terutama oleh kalian yang sudah kuliah. Nah, di ulang tahun Indonesia ke-65 ini, semua anak-anak Indonesia diundang ke upacara pengibaran dan penurunan bendera yang dilaksanakan di Kedutaan Besar Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2010 yang lalu. Upacara bendera memang sudah jadi menu utama yang disajikan oleh KBRI. Bedanya, menu dari KBRI tahun ini tidak hanya upacara, tetapi juga berbuka puasa bersama yang memang dinanti-nanti, tidak terkecuali oleh penulis artikel ini :)

Upacara pengibaran bendera merah-putih dilakukan pada (terjadwal) jam 9 pagi yang akhirnya baru dimulai jam 9.30 pagi. Saya sendiri tidak bisa menceritakan banyak tentang upacara pengibaran bendera karena baru bangun jam 10. “Wah ramai sekali tadi pagi, banyak anak-anak murid yang datang, dari yang saya kenal dekat sampai yang saya belum pernah lihat sama sekali,” kata Pak Gamma yang bekerja di bagian Ekonomi di KBRI.

Upacara penurunan bendera merah-putih yang rencananya dilakukan pada jam 5 sore ini akhirnya juga tertunda sampai jam 5.30 berkat Singapura yang akhir-akhir ini demen sedang berteman baik sama hujan. Upacara penurunan bendera merah putih ini memang tidak dihadiri oleh banyak pelajar, tetapi suasana kemerdekaan tetap terasa pada saat lagu Indonesia Raya dimainkan (walau tidak boleh dinyanyikan) dan beberapa lagu kemerdekaan yang dibawakan oleh teman-teman kita dari Sekolah Indonesia Singapura.

Acara selanjutnya yang sangat dinantikan oleh oknum-oknum kelaparan ini adalah berbuka puasa bersama. Riset membuktikan terjadi penambahan jumlah orang yang cukup signifikan sekitar jam 6.30 sampai jam 7. Sembari menunggu berbuka puasa yang baru akan dimulai jam 7.15, semua bernyanyi bersama untuk tetap menghidupkan suasana kemerdekaan (dan melupakan laparnya perut).

Bagi teman-teman yang belum sempat merayakan kemerdekaan di KBRI, mungkin bisa dicoba tahun depan. Semoga saja masih ada acara berbuka puasa bersama lagi tentunya :)

categories: Radar





About Us

Hey Diaspora! This is the place for misplaced and displaced young Indonesians who are living on a tiny island-nation in Singapore. Diaspora is a bilingual magazine updated virtually everyday, filled with our lives, our hopes, our opinions and our thoughts.