Setelah hiatus sekian lama, grup jazz favorit Indonesia, Maliq & D’Essentials, kembali melantunkan nada manis di telinga kita dengan rilis mereka yang terakhir; album keempat dilengkapi buku otobiografi MALIQ dengan judul yang sama.
Grup musik yang menganggap Michael Jackson, Kool and the Gang, dan Humania sebagai inspirasi ini tetap eksis dengan jadwal mereka yang super padat dengan acara-acara live concert events dimana-mana ini. Salah satunya adalah acara arts and jazz festival gratis tahunan Locafore di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Indonesia. Ketujuh personil yang hadir pada malam penutupan itu berhasil mengandrungi sekitar 3,000 fans yang rela berdiri atau pun duduk di lapangan parkir (dengan proyektor saja) untuk melihat aksi mereka yang seru dan fantastis. Khusus untuk acara ini, reporter Diaspora, Raisa, pulang kampung dan bertemu dengan kedua vokalis yang manis dan ganteng, Indah dan Angga. Mau tahu kapan mereka akan mempunyai lagu baru? Simak wawancara berikut!
Apa kabar Maliq? Sudah lama banget nggak kedengeran sejak rilis studio album terakhir di pertengahan tahun lalu. Lagi ngapain aja?
Indah: Sekarang kita masih lagi promosi album kita yang keempat, yang berjudul “The Beginning of a Beautiful Life”, dan juga single kita yang kedua, “Menari”. Terus, yang baru, coming soon, plus masih dalam tahap persiapan untuk rilis single kita yang ketiga, “Penasaran”. Video klip sudah wrap up, tapi belum kita publish. Tunggu tanggal mainnya!
Nggak terasa deh, Maliq udah begitu lamanya eksis di belantika musik Indonesia! Sejak terbentuknya Maliq, kalian kan sudah ganti personil beberapa kali. Apakah penggantian ini juga ada efek terhadap musik kalian?
Indah: (tertawa)
Angga: Ya, tentunya. Setiap kali kita ada member baru – yang baru-baru ini saja juga bukan pertama kalinya kita mengganti personil lho – kita ingin member baru kita untuk ikutan ngasih warna baru, dan nggak mengikuti gaya kami yang dulu, atau mengikuti gaya kita di album-album terdahulu. Daripada mengikuti, kami ingin create something new. Jadinya, untuk proses kita sampai produksi, kita akan selalu mempunyai flavor baru dalam komposisi dan aransmen musik, yang nantinya kalian-kalian dan audiens kita yang lain akan mendengar setelah album kita yang baru dirilis! Siap-siap untuk adanya nuansa baru dari kami!
Apakah single follow-up kalian, “Penasaran”, akan mengandung perubahan arahan musik yang diceritakan tadi?
Angga: Lagu “Penasaran” ini diambil dari album keempat, jadi saat ini kita masih mempertahankan musical style kita yang nggak jauh beda dari album itu sendiri. Tapi, tunggu saja rilis album baru kami! Kira-kira akan dirilis sekitar pertengahan tahun depan. Saat ini di album kita yang keempat, keyboardist baru kita belum kita genjot, tapi akan ada perubahan dalam album kelima kami!
Wow, sudah nggak sabar deh untuk tahun depan buat performance baru kalian! Ngomong-ngomong soal tampilan, kalian baru datang setelah manggung di Soulnation kan? Gimana tuh para penonton disana?
Indah: Mantap banget! Selalu berbeda dan seru, tiap tahunnya audiens kita selalu bertambah, dan panggungnya semakin heboh – in a good way! Ini ketiga kalinya kita manggung, dan setiap kali kita ngadain konser disana, kita selalu berkolaborasi dengan artis-artis yang berbeda. Itu merupakan pengalaman yang fresh terus untuk kita. Untuk Soulnation tahun ini, konsepnya adalah memainkan lagu-lagu yang bisa dinikmati berbagai kalangan dan penonton yang bisa datang dari mana saja. Jadilah kita banyak membuat medley dari lagu-lagu single kita. Dari jatah durasi yang sama dengan tahun-tahun lalu, kita makin perform lebih banyak lagu lagi.
Jadi semacam mirip mash-up remix ya. Kalau Locafore ini, menurut kalian gimana suasana dan inti event itu sendiri? What does this event mean to you?
Angga: Wah, ini kita baru pertama kali ke sini, terus baru tahu, ternyata kalau di luar Bandung hanya ada sedikit tempat dan acara yang katanya tahunan, apalagi yang keren seperti Locafore ini. Pengalaman baru banget bagi kita. Plus dengan penonton Bandung tadi yang sangat appreciative; memang Bandung selalu seperti itu, dan suasananya di daerah ini bikin seru. Cocok banget sama konsep yang kita atur buat show ini.
Wah, jadi kalau tahun depan diundang, apa kalian mau manggung lagi?
Angga: Tolong ya, diundang! (tertawa)
Jadi kalian sudah sering manggung sana sini, dan juga baru malam ini yang katanya appreciative banget, what’s your diagnosis of the current state of the Indonesian music industry?
Angga: Kalau bagi kita, saat ini industrinya makin maju ya. Ditambah lagi, kalau ada gaya atau genre musik baru yang mereka bisa terima, justru malah senang. Sering di Twitter, kita banyak dapat komen untuk “bawain lagu-lagu yang jarang dibawain!”, dan dalam artinya dikutip, “bukan lagu singlenya”. Itu saja kan sudah beda; selama ini kita ngebawa lagu-lagu yang dikenal saja biar aman. Tapi, dengan adanya permintaan itu, mereka sekarang justru mau yang beda. Dalam skala kecil, demand dalam perkembangan musik di Indonesia ini sudah maju. Dalam Maliq, kita berharap reaksi dari pendengar kita sekarang juga bukan: “Wah, kok Maliq sekarang beda ya?” tapi “Wow, Maliq sekarang beda lho!” Kita berevolusi, dan otomatis, musiknya juga akan berkembang dan berubah. Kita ingin giring bareng-bareng pendengar kita untuk juga bertransisi dan nikmatin berbagai musik, dan hopefully, mindsetnya juga akan bisa disamakan.
Berikutnya, topik yang lagi hot di seputar belantika musik Indonesia, komen dong, dari persepsi Maliq, munculnya banyak boyband dan girlband yang banyak ini?
Indah: Wah, seru banget ya! Menurut kita itu ada tren baru lagi di Indonesia ini. Kemarin-kemarin trendnya itu lagu-lagu Melayu, sekarang banyak boyband dan girlband yang baru. Merupakan satu inspirasi baru lagi. Walaupun mereka directly nggak akan mempengaruhi kita, indirectly pasti ada, karena itu juga influence industri musik. Semua perkembangan dan perubahan yang kita ambil positifnya saja. Di balik sana ada motivasi dari orang untuk membuat sesuatu yang baru, jadi industri kita nggak stagnan, ngikutin yang ada saja. Awalnya, orang bisa bilang ini niru yang sesuatu, tapi kalau bisa melakukannya dengan baik, kenapa nggak?
Buat teman-teman kita yang di Singapura, any plans to rock our island soon?
Indah: Hopefully soon! Untuk tahun ini kita memang nggak rencana, tapi mudah-mudahan semoga tahun depan. Belum ada yang pasti saat ini, jadi tunggulah kedatangan kami!
Any last words for our Diaspora readers?
Indah: Untuk teman-teman di Singapura, yang pastinya dengarkan dan dukung lagu Maliq & D’ Essentials. Kita mengharapkan dukungan kalian semua agar Maliq bisa didengar di sana, yang pasti agar Indonesia bisa bangga. Untuk kalian semua, teruslah membuat sesuatu yang bisa membuat Indonesia bangga.

















