Ditulis oleh Joice Vania Gumala

“Gila kaki gw pegel banget!”

Kira-kira begitulah kalimat yang sering terdengar di Student Hub PSB Academy tanggal 8 Mei pukul 19.00 kemarin. Memangnya mereka semua pada ngapain sih? Kok pegelnya bisa barengan ya?

Journey to the East (JTTE) 2010 menjawab semuanya. “Acara ini semacam amazing race keliling Singapur yang tujuannya budaya Indonesia,” kata Andi Rahman, Vice President JTTE. JTTE 2010 diikuti oleh sembilan tim dan setiap tim terdiri dari lima orang. Anggota tim boleh dari universitas mana pun. Setengah dari tim-tim tersebut diisi oleh pelajar-pelajar dari PSB Academy dan setengahnya lagi diisi oleh pelajar dari NTU, SMU, SIM dsb. “Selain memperkenalkan budaya Indonesia, JTTE juga ingin memperkenalkan daerah-daerah baru di Singapur dan menggabungkan anak-anak Indonesia disini supaya bisa bermain bersama dan jadi lebih akrab,” ungkap Eva Berlin, President JTTE. Keliling Singapur? Ngga percaya? Coba lihat rute yang mereka tempuh selama JTTE. Lihat dan sekalian bayangkan.

Kesembilan tim sudah standby di PSB Academy pukul 09.00 pagi. Mereka dengan penuh energy siap menempuh perjalanan yang super melelahkan ini. Segera setelah mereka memecahkan petunjuk, mereka melesat ke tempat tujuan yang berikutnya. Mereka hanya boleh menggunakan kendaraan umum yaitu bus atau MRT. Ngga ada tuh namanya naik taxi! Kalau mau curang pasti ketahuan karena ada satu photographer yang bakal ngikutin mereka terus. Nah ini rute mereka:

1. McDonald’s East Coast
Jagoan juga yah temen-temen kita yang ikutan JTTE. Baru sampai PSB udah disuruh ke McD East Coast. Kurang jauh apa tuh? Di McDonald’s East Coast, mereka harus mencari petunjuk untuk ke tempat selanjutnya.

2. SIS (Sekolah Indonesia Singapura)
Sesampainya di SIS, mereka mengambil clue disertai tantangan juga. Tantangannya adalah membuat lagu pendek ditambah dengan harus ada yang joget. Kebayang ngga sih, di tempat umum seperti itu harus joget? Buat yang masih jaim-jaim, mareka harus membuka topeng di pos ini.

3. Henderson Waves
Tau dong jembatan terkenal yang ada di Mount Faber ini? Ternyata ada juga loh tim yang nyasar. “Kita kira Henderson Waves itu di Esplanade,” kata Ferdinand Hadi, salah satu anggota tim tersebut. ”Tadinya kita di urutan ke-3 jadi terjun bebas deh ke urutan ke-7.” Tetap semangat ya meskipun nyasar!

4. Universal Studio
Wah hebat juga petualangan ini mengirim peserta sampai ke Universal Studio! Disini mereka mendapat tantangan untuk mengiklankan botol sosro ke pengunjung Universal Studio. Ini rupanya yang dimaksud para komite dengan ‘memperkenalkan budaya Indonesia’. Unik, kreatif dan bikin peserta malu!

5. Holland Village
Kalau biasanya kalian ke Holland Village untuk dinner bareng, pasti aneh rasanya kalau melihat sekelompok pelajar lari-larian di daerah ini. Untungnya mereka hanya ambil petunjuk di Holland Village untuk pergi ke tempat selanjutnya.

6. Merlion Esplanade
Yang satu ini lambang yang paling terkenal di Singapur. Kalau peserta sampai nyasar dan gagal menemukan tempat ini, wah nggak ada komentar deh! Nah saking gampangnya kesini, mereka lagi-lagi diberi tantangan. Tantangan kali ini adalah mengajarkan orang bahasa Jawa! Yang diajarkan cuma berhitung satu sampai sepuluh saja sih. Wah, kalau gitu semua peserta JTTE udah ahli dong dalam berhitung bahasa Jawa ☺

7. Marina Barrage
Udah pernah kesini? Tempat yang cukup romantis ini terletak di daerah Marina Bay. Sebenarnya tempat ini adalah tempat reservoir ke-15 di Singapur. Untuk info lebih lengkapnya, bisa check google. Intinya, para peserta JTTE pergi ke tempat ini untuk mengambil clue dan langsung pergi lagi ke tempat selanjutnya.

8. Asian Civilization Museum
Okeh, sampai saat ini gue yang nulis aja sudah capek ngebayangin perjuangan mereka di JTTE. Tapi lanjut terus! Disini mereka juga dikasih tantangan photo hunting. Jadi mereka dikasih foto-foto tempat di Asian Civilization Museum ini dan mereka harus foto di tempat yang sama persis. Meskipun udah capek, tetap harus gaya!

9. J-Town Café
Nah ini tempat tujuan mereka yang terakhir. Asiiik makan martabak! Oh tunggu dulu. Mereka bukan ditantang untuk makan martabak melainkan memotong martabak dan masukin ke plastik. Yah… kecewa deh! Tapi sepertinya habis JTTE, para peserta jadi dapat banyak keahlian baru seperti motong martabak, ngomong bahasa Jawa, bikin lagu dsb.

Kemudian mereka bisa kembali lagi ke PSB Academy!

Setelah beristirahat dan mandi, kesembilan tim kembali ke Student Hub di PSB Academy untuk menyantap makan malam yang disajikan oleh Adrian Maringan Pardede (alias Mang Tukang Bakso). Acara penutupan JTTE pun dimulai. Meskipun JTTE seru banget, acara penutupannya ngga kalah seru. Dibuka oleh Erikson Rudy dan Cindy Charisma dari PSB Academy yang menyumbangkan beberapa lagu andalan mereka. Ditambah lagi serunya dengan performance dari Nico & friends yang terdiri dari Nico Sutedja, Audi Prasetya dan Joshia yang membawakan lagu Be yourself (Audioslave), Sahabat Jadi Cinta (Zigas), Sekali ini Saja (Glenn Fredly). Tidak lupa ada special performance dari Adrian Maringan Pardede yang ‘terpaksa’ bawain lagu I Will Survive saking banyaknya request dari penonton.

Selamat buat Meisya Prasanti, Michelle Jayawiguna, Meidi Triadi, Kenny Aditya Trisnadi dan Yono Pranata yang berhasil meraih juara 1 dan mendapatkan cash S$400 serta 300 voucher NTUC. Untuk tim Darius yang meraih juara 2, kalian juga ngga kalah hebat! “Kita bisa menang karena teamwork. Jadi setiap dapet tantangan kita langsung bagi-bagi tugas dan kebetulan tim kita memang masing-masing punya keahlian yang beda-beda,” kata Meisya Prasanti, anggota Freakitiw dari PSB Academy. ”Pas terakhir-terakhir itu sengit banget bersaing sama juara kedua. Tapi akhirnya kita bisa sampai duluan di PSB dan cuma selisih beberapa detik dengan mereka.”

Okeh, bagaimana dengan tim yang kalah? Untuk Prima Aulia, Illona Ophelia, Inez Ignacia, Jenika Putri dan Jonathan, jangan sedih ya! “Sebenernya tim kita kompak dan ga ada masalah sih, cuma tadi kita mencoba pake shortcut, eh jadinya malah entah kemana,” ungkap salah satu anggota tim mereka.

Nah kebayang ya serunya JTTE 2010? Jadi nyesel kan kalo ga ikut? Menurut peserta JTTE sendiri, gimana ya kesan mereka tentang JTTE?

“Seru banget! Tapi kurang kompetitif karena clue-cluenya kurang meras otak jadinya kita kayak lomba lari dan lomba ngejar bus aja.” Wah mungkin JTTE tahun depan bisa rekrut Shinichi Kudo buat bikin petunjuknya yah :P

Kesuksesan JTTE 2010 tentunya ngga lepas dari tangan-tangan orang yang mengorganisir acara ini, yakni komite MAPIA 2009-2010: Eva Berlin (Ketua), Andi Rahman (Wakil), Jesslyn Tania (Sekretaris), Rachel Ho (Bendahara), Joshia Iriandy, Andissa Savitri, Nindya Anindita, Jason Tanjaya (Programmer), Olivia Wijaya, Stephanie Setyo, Valentino, Cecilia Citra (Commerce), Aditiya Baihaqie, Risa Iriani, Gilang Dwicorza, dan Sarlini Citha (IT & PnD). Well done, guys! Good luck for JTTE 2011 ☺

More on Uncategorized

Yeah Yeah Yeahs - Live!
Pahlawan: The Musical – Behind the Scenes
Noteworthy Youngsters: @pangeransiahaan