Ditulis oleh Titus Sasmoko dan Ferdinand Hadi

Sesuai dengan nama acaranya, Arisan Tempo Doeloe, rasanya kurang pas kalau tidak dilengkapi dengan sesuatu yang berbau jadul-jaman dulu atau japamu-jaman papa muda (bikinan pribadi) J. Di acara ini, komite penyelenggara mengambil makanan jaman dulu sebagai penguat tema acara. Apa aja sih makanan jaman dulu yang disediakan? Ada Momogi, Cheetos, nasi uduk, lidi, dll. Inget kan jaman-jaman SD, pulang sekolah nangkring di depan dagangan abang jual lidi? Memori bau keringat itulah yang berusaha dimunculkan kembali di Arisan Tempo Doeloe ini.

Arisan Tempo Doeloe diisi pertama-tama dengan basa-basi, sedikit guyon, dan dance performance dari 3DOP, yang cukup menarik, namun dihadapkan dengan crowd yang masih sibuk dengan bisnis masing-masing. Setelah itu, Summer in Somerset naik panggung membawakan lagu hit ‘Just the Way You Are’ by Bruno Mars. Meski ada masalah sound di awal, respon hadirin terasa lebih reseptif dibanding dengan aksi tarian kontemporer sebelumnya.

Tari Saman

Setelah negara asing unjuk gigi, sekaran giliran Indonesia. National Anthem yang menggelegar, sebagian karena sound system, diberi kesempatan untuk mengisi acara. Sebuah momen yang nasionalis dan menyentuh jiwa, meski cuma beberapa menit. Menariknya, presiden PPIS, Hendra Wong, tak sepenuhnya menyanyi, juga dengan beberapa audience.

Sang presiden PPIS lalu memberikan sambutannya, klasik dan khas Indonesia, tentu dengan gaya khasnya yang ‘berbunga-bunga’, dan menceritakan tentang Kotamobagu, kota kelahirannya. Audience tetap saja agak acuh tak acuh dengan segala hiruk pikuk yang hadir di panggung.

Bedanya dengan acara lain, Arisan Tempo Doeloe membuat sebuah nominasi untuk olahragawan yang paling macho dan helper ter-helpful, dan di malam inilah mereka yang masuk ke dalam nominasi di libatkan dalam sebuah games-games kecil.

Di samping 2 kategori yang dilombakan tersebut, Arisan Tempo Doeloe juga menyuguhkan penonton dengan performance yang memukau dari idola yang berasal dari beberapa sekolah. Kolaborasi Tari Saman NTU-PSB yang tergolong singkat dan sederhana tetap memberikan emosi tersendiri. Diteruskan dengan lagu yang dibawakan oleh penyanyi-penyanyi idola dari NTU (Maria Deviana), NUS (Melissa Tjandra Saputra) dan Lasalle (Grace Yunita) yang menutup rangkaian dengan meriah dan memukau.

Mega Idol Performance

Arisan tempo doeloe telah berhasil menjadi sebuah acara yang benar-benar mempertemukan pelajar-pelajar dari berbagai macam instansi di Singapura untuk bersama-sama berkumpul dan berinteraksi melalui pertunjukan yang disuguhkan. Semoga akan ada acara-acara lainnya dari PPIS yang mempersatukan murid-murid Indonesia di Singapura.

More on Uncategorized

Tanggapan: "Manusia Indonesia"
Sub-Sonic Live: The Sets Band, Monster Cat and Astreal
50 Tahun Hidup Menyerempet Bahaya